|   Media  |  

KEMBANGKAN KAWASAN PARIWISATA TERITEGRASI DENGAN INDUSTRI KREATIF, KEK LIDO DIHARAPKAN MAMPU KURANGI OUTFLOW DEVISA

Rabu, 05 April 2023 | 11:11
blog post
(Biro Pers dan Media, Sekretariat Presiden)

Pemerintah terus menerus melakukan upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi  dan pengamanan cadangan devisa negara dalam rangka mengantisipasi dampak resesi global. Sebagai sektor yang paling terdampak saat pandemi, industri kreatif dan pariwisata mulai Kembali bergeliat dan memperlihatkan tanda pemulihan sebagai respons positif dari pembukaan pintu masuk internasional pada 2022 dan dilanjutkan pencabutan status PPKM di awal 2023.

Peningkatan aktivitas pariwisata dan industri kreatif dapat kita lihat dari jumlah wisatawan masuk dimana pada tahun 2021 jumlah wisatawan mancanegara hanya mencapai 1,56 juta kunjungan, di tahun 2022 angka wisatawan mancanegara berhasil mencapai 5,47 juta kunjungan, meningkat 251 persen. Sementara, pada Januari 2023 telah mencatatkan 735.947 kunjungan wisatawan mancanegara. Demikian pula dengan industri kreatif, dimana kita mulai dapat lagi menyaksikan berbagai macam konser musik setelah larangan kerumunan orang dicabut. Selain itu, industri kreatif lainnya seperti perfilman juga berhasil mulai aktif berproduksi.

 

SEBUAH KAWASAN YANG KOMPLIT

 


Sumber Foto : Biro Pers dan Media, Sekretariat Presiden

Salah satu Kawasan pariwisata yang digadang-gadang akan memberikan kontribusi besar pada pendapatan pariwisata Indonesia adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Presiden Jokowi pada saat meresmikan beroperasinya KEK Lido pada Jumat, 31 Maret 2023. “Setelah muter tadi saya betul-betul melihat sebuah Kawasan Ekonomi Khusus yang luar biasa bagusnya, dengan konsep kedepan, ada theme park, movieland, waterpark, technopark dan Kawasan otomotif, semua komplit” Ujar Jokowi. Dengan atraksi yang lengkap dan berkelas internasional, Jokowi berharap masyarakat akan lebih banyak berlibur di negeri sendiri sehingga dapat mengurangi devisa yang keluar. “Kalau kita rem separuh saja, devisanya akan sangat besar sekali yang tidak terbuang untuk masuk ke negara yang lain.” Lanjutnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Selaku Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto dalam laporannya menyatakan harapannya terhadap KEK Lido sebagai KEK Pariwisata dalam perannya untuk menahan outflow devisa.  ”KEK Lido diharapkan dapat menjadi alternatif liburan bagi wisatawan nasional” Ujar Airlangga.

 

KONEKTIVITAS PRIMA MEMBERIKAN NILAI MANFAAT YANG MAKSIMAL

 

Pada sambutannya, Presiden juga menyatakan kegembiraannya karena infrastruktur yang telah dibangun oleh Pemerintah selama ini berupa airport, pelabuhan, dan jalan tol satu persatu sudah dapat memberikan nilai manfaat yang maksimal untuk meningkatkan nilai ekonomi. Jokowi memberikan contoh jalan tol, dimana jalan tol yang telah dibangun di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi dapat segera disambungkan dengan Kawasan pertanian, perkebunan, dan pariwisata sehingga memberikan nilai manfaat yang maksimal sesuai yang diharapkan. “Hal seperti ini yang diharapkan oleh Pemerintah agar infrastrukturnya secara ekonomis dimanfaatkan oleh sektor swasta” Ujar Jokowi.

Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesudibjo mengatakan, “KEK ini bisa terwujud karena infrastruktur yang dibangun pemerintah juga, jadi saya rasa Presiden hebat jadi dengan konsep KEK ini investasi jadi tumbuh khususnya pariwisata sehingga bisa menambah devisa dan sekaligus menghemat devisa.”

 

TELAH MEMANFAATKAN FASILITAS DAN KEMUDAHAN SEBAGAI KAWASAN EKONOMI KHUSUS

KEK Lido telah memanfaatkan berbagai fasilitas fiskal, yaitu fasilitas Pembebasan Bea Masuk, tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor, serta PPN tidak dipungut, dengan total mencapai 5 Miliar Rupiah. “Jumlah ini tentu akan lebih meningkat lagi dengan kegiatan yang akan ada” Ujar Airlangga.

Presiden berharap KEK Lido dapat segera melaksanakan aktivitasnya sehingga segera memberikan dampak bagi masyarakat, “Kalau bisa ini bisa diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, sehingga nanti kitab isa nonton konser music, atau kayak Hollywood, semua ada disini semuanya. Karena ini barang baru untuk masyarakat, dalam satu Kawasan yang sama.” Ujar Jokowi.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Menko Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional, beliau berharap percepatan pengembangan KEK Lido karena infrastruktur sudah siap.

KEK Lido memiliki komitmen investasi hingga 2,4 Miliar US Dollar atau setara 32 Triliun rupiah, dan menyerap mendekati 30.000 Tenaga Kerja dalam kurun waktu 20 tahun. Khusus di tahun 2023 ini, KEK Lido berkomitmen untuk menyerap Investasi sebesar 694 Miliar Rupiah. (NN/BW)