|   Media  |  

World Superbike di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Siap Digelar

Jumat, 01 Oktober 2021 | 04:01
blog post

KEK Mandalika siap melaksanakan gelaran balap motor World Superbike (WSBK), dan sudah masuk dalam kalender resmi pada 19-21 November 2021. Hal tersebut terlihat pada saat  kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Wahyu Utomo, ke KEK Mandalika.

“KEK Mandalika sudah siap untuk melaksanakan satu event internasional, yaitu world superbike, perlombaan yang akan diikuti oleh pembalap-pembalap internasional" Ujar Wahyu Utomo.

Bandara Internasional Lombok Praya sebagai pintu gerbang utama saat ini telah melengkapi diri dengan pengerjaan perluasan terminal, penambahan area kargo, perpanjangan runway, dan perluasan apron. Peningkatan kapasitas bandara tentu saja akan memberikan akses lebih baik terhadap lalu lintas dari dan keluar Mandalika.

Akses bandara tersebut semakin diperkuat dengan kesiapan Bypass BIL-Mandalika yang sudah mencapai 89% dan ditargetkan selesai pada awal Oktober  2021. Dengan terbangunnya bypass, akan memperpendek jarak tempuh dari Bandara ke KEK Mandalika menjadi sekitar 20 menit.

Persiapan utama tentu saja sirkuit yang akan digunakan para peserta gelaran WSBK November mendatang. Sirkuit dengan pemandangan spektakuler yang memiliki panjang 4,3 km saat ini sedang dalam tahap penyelesaian dan diharapkan pada Oktober sudah siap untuk dapat diujicoba.

Ricky Baheramsjah, Chief Executive Officer Mandalika Grand Prix Asossiation (MGPA) menyatakan kesiapan Mandalika dalam pelaksanaan acara, "The track is on 90% completion, and we delighted for the regards of progress, we’re being optimistic in terms of our delivery. Overall, we are very delighted by the support of different ministries and of the government as well, because without their help, this wouldn’t be possible ”.

Sebuah gelaran internasional tentu saja membutuhkan berbagai sarana pendukung lainnya yang tidak bisa dikesampingkan. Untuk itu KEK Mandalika bersama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat juga terus menggenjot persiapan fasilitas pendukung, seperti penginapan, rumah sakit, Pelabuhan, dan peningkatan kapasitas jalan. Di Mandalika sendiri saat ini sudah berdiri hotel Pullman yang terdiri dari 257 kamar, dimana jumlah kamar itu melengkapi 700 kamar hotel yang tersebar di Kawasan Mandalika, dan 16.000 kamar jika ditambahkan dengan yang berada di luar Kawasan. Rumah Sakit Internasional Mandalika juga terus dipercepat penyelesaiannya untuk dapat mendukung pelaksanaan acara, sejalan dengan Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Lembar yang juga ditingkatkan kapasitasnya.

Gelaran WSBK di KEK Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa terhadap pariwisata dalam negeri, sebagai motor pemulihan pariwisata yang selama ini menjadi salah satu sektor yang terdampak paling parah dari pandemi Covid-19. Gelaran ini diharapkan mendatangkan wisatawan dan menarik devisa, disaat yang bersamaan menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian  masyarakat Lombok. “Pemerintah tetap akan mempersiapkan KEK Mandalika ini untuk nanti dapat memberikan dampak yang baik untuk masyarakat disini maupun Indonesia. Memperkenalkan pariwisata Indonesia yang beragam, dan salah satunya adalah melalui kegiatan olahraga Superbike ini.” Ujar Wahyu Utomo.

Lebih lanjut beliau menambahkan, “tentunya kita akan memperhatikan terkait dengan Covid, kita harus mempersiapkan protokol kesehatan yang baik, dan tentunya juga mensyaratkan tingkat vaksinasi, sehingga upaya untuk melakukan vaksinasi harus dapat kita tingkatkan terus untuk daerah-daerah yang terkait dengan pelaksanaan acara WSBK.”

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkifliemansyah pada rapat koordinasi mengutarakan optimismenya untuk dapat mencapai 70% vaksinasi sesuai dengan target waktu yang ditetapkan, “Kami yakin, in terms of vaksinasi, kami optimis sampai tanggal 5 Oktober sudah mencapai 70%.” Ujar Zulkifliemansyah. Terkait infrastruktur pendukung, Zulkifliemansyah menjelaskan bahwa infrastruktur kesiapan bandara sudah siap, pun demikian dengan bypass. “dengan komunikasi dan sinergi yang baik dengan ITDC, MGPA, kami merasa optimis dan sanggup menjadi host World Superbike ini dengan protokol Kesehatan yang ketat.”. pungkasnya.

Wahyu Utomo kembali menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini membutuhkan Kerjasama yang terkoordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, maupun penyelenggara, BUPP dari KEK Mandalika agar kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan lancar. (*)