|   Media  |  

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Melepas Ekspor Perdana Alumina dari KEK Galang Batang

Jumat, 02 Juli 2021 | 19:50
blog post

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melepas ekspor perdana vessel muatan alumina produksi PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, 2 Juli 2021.

Acara dihadiri secara virtual oleh Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian, beserta jajaran pejabat terkait. Sedangkan di KEK Galang Batang sendiri, hadir Gubernur Kepulauan Riau, Sekretaris Dewan Nasional KEK, Direktur Utama PT. BAI Santoni, dan perjabat lainnya.

Dalam ekspor perdana ini, dikirim Smelter Grade Alumina (SGA) sebanyak 70 ribu ton senilai USD 21 juta. Kapal berangkat dari Pelabuhan yang telah dibangun oleh PT. BAI di dalam Kawasan KEK Galang Batang. Bubuk alumina yang diekspor ke Malaysia itu merupakan bagian dari target ekspor tahun pertama sebesar 1 juta ton dengan nilai ekspor USD 300 juta.

PT BAI sebagai perusahaan pembangun dan pengelola KEK Galang Batang telah merampungkan pembangunan Refinery Alumina berkapasitas 1 juta ton per tahun. Kemudian, saat ini PT. BAI sedang membangun Refinery Alumina kedua dengan kapasitas yang sama. Dengan demikian, ekspor Smelter Grade Alumina (SGA) akan terus ditingkatkan sehingga pada tahun kedua target ekspor menjadi 2 juta ton dengan nilai ekspor sebesar USD 600 juta.

Momentum pelepasan ekspor ini menjadi sebuah milestone bagi pencapaian Kawasan Ekonomi Khusus sebagai mesin pemuihan ekonomi nasional untuk bangkit dari dampak pandemic COVID-19 dan sekaligus menjadi instrument pendorong daya saing Indonesia di tengah arah ekonomi global pasca krisis.

”KEK Galang Batang merupakan KEK yang pembangunannya cukup cepat dan massif. Untuk itu kami berikan apresiasi kepada PT. BAI yang telah berhasil merealisasikan rencana pembangunan di KEK Galang Batang. Kesuksesan tersebut ditandai dengan dilakukannya ekspor perdana ini,” kata Menko Perekonomian.

Lebih lanjut Airlangga berharap PT. BAI tidak hanya mengekspor bubuk alumina, tetapi terus mengembangkan produk-produk turunannya. Sehingga terjadi hilirisasi yang memberikan nilai tambah lebih besar terhadap hasil tambang dari bumi Indonesia.

Pemerintah senantiasa melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan KEK di Indonesia, salah satunya adalah melalui kebijakan fiskal yang kondusif bagi dinamika investasi. Lebih dari itu pemerintah berupaya secara terus menerus mempercepat implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dalam mencapai target pembangunan nasional.

Direktur Utama PT. BAI Santoni menjelaskan bahwa target investasi di KEK Galang Batang hingga tahun 2025 sebesar Rp 36 triliun. Hingga saat ini realisasi investasi telah mencapai Rp 14 triliun.

“semoga KEK Galang Batang mampu memberikan kontribusi positif yang sebesar-besarnya bagi pembangunan nasional daerah Kepri khususnya” ujar Santoni.

Selain menyerap banyak tenaga kerja, manfaat lainnya yang diberikan KEK Galang Batang adalah adanya keterlibatan beberapa penyedia jasa konstruksi lokal (knowledge transfer) dalam pengembangan KEK Galang Batang. Termasuk pengiriman sejumlah tenaga kerja lulusan perguruan tinggi nasional untuk menjalani pelatihan proses industri pengolahan bauksit dan sarana pendukung di Tiongkok, dan saat ini sudah bekerja dan ikut melatih tenaga kerja lokal di dalam rangkaian kegiatan usaha PT BAI. Selain itu pertumbuhan kegiatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mendukung kebutuhan pekerja juga tumbuh di sekitar KEK Galang Batang.

Keberhasilan KEK tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah. Sesuai dengan Undang Undang Cipta Kerja, diharapkan pelayanan investasi dapat lebih cepat dan sederhana.

Bangsa Indonesia menaruh harapan bahwa KEK mampu menjadi mesin pemulihan ekonomi nasional untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dan sekaligus menjadi instrumen pendorong daya saing Indonesia di tengah arah ekonomi global pasca krisis.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi di daerahnya. Dia mengatakan, Provinsi Kepulauan Riau ditargetkan mencapai perumbuhan ekonomi 3,5 persen hingga 7 persen pada tahun ini. Dia yakin dengan adanya KEK Galang Batang, target tersebut dapat tercapai. (*)