Rencana Investasi Refinery dan Petrokimia di KEK Tanjung Api-Api

Tanjung Api Api

Jakarta, Sebagai tindak lanjut dari pertemuan dengan Dewan Nasional (DN) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Maret 2017, PT Palembang GMA Refinery Consortium (PGRC) melakukan update progress investasi di KEK Tanjung Api-api. Keseriusan perusahaan modal asing yang bergerak di bidang migas atau lebih tepatnya pengolahan minyak bumi ini tampak dari turut hadirnya beberapa perusahaan yang menjadi mitra strategisnya, Royal Haskoning DHV, Dassault Systemes, PT Rekayasa Industri, PT Control Systems Arena Para Nusa, PT Usaha Bersama Niaga Hutama serta PT Meindo Elang Indah pada pertemuan tersebut.

KEK Tanjung Api-Api fokus pada 3 (tiga) industri utama, yaitu karet, kelapa sawit serta petrokimia. Melihat potensi besar yang dapat dikembangkan di kawasan tersebut, PT PGRC berambisi untuk membangun refinery dengan kapasitas 300.000 barrel per hari beserta industri petrokimia sebagai turunannya. Produk yang dihasilkan akan dijual di pasar domestik dan regional, dengan mengacu standar dunia.

Refinery dan petrokimia akan didesain oleh PT PGRC dengan menggunakan tenaga yang fleksibel untuk menjamin kualitas terbaik, melihat crude oil memiliki karakter yang dinamis. Dalam hal ini, PT PGRC akan mengimpor crude oil dari Iran untuk diproses di KEK Tanjung Api-Api. Bahan baku dari kawasan Timur Tengah akan dibawa langsung dengan kapal tanker raksasa setiap 6 (enam) hari. Kontrak selama 25 tahun telah dilakukan dengan pihak luar tersebut untuk menjamin suplai bahan baku KEK Tanjung Api-Api sesuai dengan kapasitas yang ditargetkan. Pada saatnya nanti, PT PGRC dapat memasarkan / membuka usaha ritel, sebagaimana disampaikan pihak Ditjen Migas Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.

Dengan beban aktivitas bahan baku dan produk yang akan sangat tinggi serta limbah B3 yang dihasilkan, maka PT PGRC akan membangun pelabuhan khusus dengan 3 (tiga) terminal, yaitu: Terminal Crude dengan pipeline sepanjang 26 km, Terminal BBM serta Terminal impor Liquefied Natural Gas (LNG).

Pekerjaan konstruksi akan dimulai pada Mei 2019 dan mereka pun mengharapkan pelaksanaan groundbreaking dapat dilaksanakan lebih cepat, tentunya didukung dengan kesiapan lahan. Saat ini tengah dilakukan review studi kelayakan dan persiapan Front End Engineering Design oleh PT JGC, perusahaan yang bergerak di bidang oil & gas yang berbasis di Yokohama Jepang. Proses licensor selection serta basic engineering ditargetkan selesai pada bulan Juni 2017.

Selain pembangunan di sektor migas, PT PGRC juga menyatakan rencana untuk membangun Kota Satelit Mandiri untuk menunjang aktivitas industri. “Kami sangat mendukung pembangunan di sekitar kawasan industri karena hal ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat” ungkap Enoh Suharto Pranoto, Sekretaris Dewan Nasional KEK. “Lebih baik lagi kalau ada peluang untuk menumbuhkan industri pariwisata” tambahnya. Investasi oleh PT PGRC diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para pelaku usaha lainnya untuk berinvestasi di KEK Tanjung Api-Api (ARS)