Kemajuan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Tanjung Api-Api Sejalan Dengan Keseriusan Calon Investor

Jakarta,  “Kami ingin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA) dan 10 KEK lain berjalan agar segera memberi manfaat bagi masyarakat sekitar” ungkap Wahyu Utomo, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK dalam rapat koordinasi Tim Pelaksana Pembangunan KEK TAA. Ia mengungkapkan bahwa kebijakan pemerataan ekonomi dan KEK adalah alat utk merealisasikan kesejahteraan ekonomi masyarakat.Gambar 2

Sekretariat DN KEK terus memantau perkembangan

KEK TAA dengan mengadakan pertemuan berkala

KEK TAA yang berada di Sumatera Selatan memiliki 3 (tiga) bisnis utama yaitu industri batu bara, karet dan kelapa sawit. Untuk memantau kemajuan pembangunan KEK TAA, maka diadakan pertemuan antara DN KEK dengan pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan kawasan tersebut. Adanya komunikasi yang konstruktif diharapkan dapat memecahkan permasalahan terkait dengan pembangunan KEK TAA. Rencana aksi dari pihak terkait kemudian menjadi acuan agar pembangunan KEK TAA berjalan sesuai target. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan untuk dapat ditetapkan menjadi Badan Usaha Pengelola (BUP) KEK TAA. Namun, proses penetapan BUP ini masih membutuhkan proses penyertaan modal berupa aset di dalam KEK dari Pemerintah Provinsi kepada BUMD yang ditargetkan selesai Mei 2017.

BUP akan menjadi koordinator bagi pelaku usaha yang ingin berbisnis di KEK TAA dan proses kerjasama dengan investor akan terus terhambat selama belum ditetapkannya BUP KEK TAA. Namun KEK ini sangat direspon baik dengan adanya 2 (dua) calon investor besar, yaitu PT Palembang GMA Refinery Consortium (PGRC) dengan nilai investasi Rp.120 triliun serta PT Indo – Rama Synthetics dengan nilai investasi sebesar 12 triliun. Saat ini, sedang dilakukan proses pengadaan tanah seluas 150 ha dengan sertifikat Hak Pengelolaan selesai pada awal September 2017. Dengan total luas wilayah sebesar 2.030 ha, pada tahap awal akan dibangun pintu gerbang dan batas kawasan serta jalan yang ditargetkan akan selesai pada Desember 2017. Sedangkan gedung kantor administrator juga ditargetkan selesai pada Juni 2017. KEK TAA juga didukung oleh rencana pembangunan koridor Merak – Bakauheni – Bandar Lampung – Palembang – Tanjung Api-api (MBBPT).

Terkait dengan infrastruktur wilayah, KEK TAA akan memiliki 2 (dua) pelabuhan utama, yaitu Tanjung Carat dan Tanjung Api-api. Pelabuhan TAA merupakan pelabuhan eksisting dari tahun 2007 dan berseberangan dengan dermaga penyeberangan namun kedalaman lautnya hanya 4 meter. Sehingga dalam jangka pendek, akan dilakukan pengerukan terhadap Pelabuhan TAA hingga kedalaman 7 meter. Sedangkan Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi pelabuhan regional dengan kedalaman hingga 25 meter. Selain pengerukan pelabuhan eksisting sedalam 3 meter, terdapat pula usulan baru mengenai reklamasi Tanjung Carat.

Wahyu Utomo menekankan bahwa pembangunan KEK TAA harus mengikuti Masterplan yang diajukan ketika pengusulan KEK pada tahun 2014 untuk menentukan skala prioritas. Ia menyatakan bahwa pembangunan KEK harus tetap menjadi yang utama untuk mengejar target beroperasinya KEK TAA tahun 2017. “Pembangunan infrastruktur merupakan investasi yang besar dan harus dapat menyelesaikan persoalan banyak pihak, bukan hanya pihak tertentu” tambahnya.

Selain itu, Tanjung Carat belum dapat ditetapkan untuk menjadi bagian dari KEK TAA karena saat ini belum dilakukan reklamasi. Studi mengenai dampak lingkungan juga harus dilakukan dimana akses menuju Tanjung Carat melewati bagian dari kawasan hutan lindung. Sedangkan untuk jalur perhubungan kereta api, telah dibangun jalur double track Simpang – Tanjung Api-api sepanjang 12 km. Infrastruktur wilayah jalan tol termasuk ke dalam pembangunan Trans Sumatera yang direncanakan menghubungkan kota-kota di pulau Sumatera. Pembangunan flyover juga akan mendukung Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Pertemuan ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi kementerian/lembaga terkait dengan pembangunan  KEK TAA yang ditandatangani oleh seluruh pihak. Untuk periode Juni 2017, target yang ditentukan adalah penetapan BUPP, pembebasan lahan dan pembentukan kerjasama dengan swasta (ARS)