KEK Tanjung Kelayang, Kelas Dunia Namun Inklusif

dok. 2

Jakarta – Sebagai bagian dari langkah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah memperoleh penetapan Pemerintah, pada 8 Juni 2017 Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Bupati Belitung Sahani Saleh, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman investasi untuk KEK Tanjung Kelayang, yang berlokasi di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Tiga investor asing tersebut adalah China Harbour Engineering Company, PT Accor Asia Pacific Corporation Indonesia dan Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts. Belitung Maritime sebagai konsorsium pengelola KEK Tanjung Kelayang beranggotakan 5  (lima) perusahaan yaitu:  PT Belitung Pantai Intan (Belpi), PT Bumi Belitung Indah, PT Nusa Kukila, PT Tanjung Kasuarina, dan PT Sentra Gita Nusantara.

Kesepahaman pertama dilakukan antara PT Belitung Pantai Intan dengan China Harbour Engineering Company, yang akan melakukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang dengan perkiraan nilai investasi sebesar 1 miliar Dollar AS. Masuknya investasi China Harbour di Tanjung Kelayang merupakan perwujudan minat investasi korporasi internasional terhadap potensi kepariwisataan dan posisi geostrategis Bangka Belitung.

Nota kesepahaman kedua dilakukan antara PT Hypatia Karya Pratama dengan PT Accor Asia Pacific Corporation (AAPC) Indonesia. PT AAPC Indonesia bermaksud membangun Sofitel Hotel and Resort di KEK Tanjung Lesung dengan rencana investasi sebesar Rp 400 miliar. Ketiga, kesepahaman investasi dilakukan antara PT Setra Gita Nusantara dengan Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts. Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts akan membangun Sheraton Hotel di kawasan dengan rencana investasi sebesar Rp 418 miliar.

KEK Tanjung Kelayang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016, dengan luasan 324,4 ha. Konsorsium Belitung Maritime menjelaskan bawa Kawasan Tanjung Kelayang akan dibangun secara bertahap, dengan dilandasi oleh konsep “heritage”. Pada tahap I yang telah ground breaking, sedang dibangun The Kapitein House resort, dengan target beroperasi 17 Agustus 2018, bertema “Indonesia Heritage at Dutch Era” seluas 7,4 hektare. Selanjutnya di tahap II akan dibangun dengan konsep “Kota Agung yang Sirna, berdesain “Majapahit Heritage” seluas 25,38 hektare.

Ketua Dewan Nasional KEK Darmin Nasution menyambut baik rencana investasi di KEK Tanjung Kelayang. Dia mengungkapkan, KEK di Kabupaten Belitung ini merupakan yang tercepat prosesnya karena memiliki potensi yang sangat bagus dan persyaratan terpenuhi. Tidak heran jika kini dua hotel mewah akan segera dibangun di kawasan tersebut. ”Waktu itu kami di Dewan Nasional KEK sangat antusias mendukung penetapan KEK Tanjung Kelayang, lahannya sudah ada. Kita ajukan ke Presiden, tidak sampai dua minggu sudah ditandatangani,” ungkap Darmin.

dok

Darmin menjelaskan, kehadiran KEK bertujuan agar investasi menyebar ke daerah. Tanpa kehadiran KEK, sulit membayangkan Belitung akan memiliki hotel mewah seperti Sheraton dan Sofitel. Terlebih lagi, Sheraton yang dibangun di KEK Tanjung Kelayang ini lebih istimewa apabila dibandingkan dengan hotel-hotel Sheraton pada umumnya di dunia, karena akan memiliki kamar yang lebih luas. Hotel tersebut akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2018, dan kemudian akan disusul pengoperasian Hotel Sofitel.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, kehadiran KEK Tanjung Kelayang sangat menggembirakan masyarakat Bangka Belitung. Terlebih, saat ini sudah banyak investor yang masuk ke kawasan tersebut. ”Kami pemerintah dan masyarakat Bangka Belitung akan melakukan yang terbaik bagi terwujudnya KEK Tanjung Kelayang yang bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah kami,” katanya. Menko Perekonomian juga berharap agar potensi pariwisata di KEK Tanjung Kelayang dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Darmin juga meminta para investor segera merealisasikan investasi setelah MoU ini ditandatangani.