Japan External Trade Organization Akan Promosi Peluang Investasi KEK Sei Mangkei Kepada Investor Potensial Jepang

Sei Mangkei, Dibuka oleh Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Enoh Suharto Pranoto dan Senior Vice President PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Alexander Maha, diadakan pertemuan untuk menyambut kunjungan lapangan Japan External Trade Organization (JETRO) ke KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara. JETRO sebagai organisasi di bawah pemerintah Jepang yang bergerak di bidang perdagangan dan investasi diharapkan dapat memperoleh informasi tentang peluang investasi di kawasan tersebut, sehingga dapat mempromosikan langsung kepada investor potensial Jepang ke KEK Sei Mangkei. Dilaksanakan di kantor pengelola KEK Sei Mangkei, turut hadir dalam pertemuan ini PT Prima Multi Terminal (PMT), Pelindo I, Balai Kereta Api bagian Sumatera Utara dan Administrator yang menjalankan fungsi Pelayanan Terpadu Satu Pintu di KEK.

Doc. Kunjungan KEK Sei Mangkei.

 

Gambar 1. Pertemuan di kantor Administrator KEK Sei Mangkei untuk promosi peluang investasi kawasan di KEK Sei Mangkei

Ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012, KEK Sei Mangkei merupakan KEK pertama yang beroperasi di Indonesia. PTPN III sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Sei Mangkei menyampaikan perkembangan investasi terkini dari kawasan tersebut, dimana telah dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Alternative Protein Indonesia pada Mei 2017. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke PT Unilever Oleochemical Indonesia (PT UOI), anchor tenant di KEK Sei Mangkei yang menghasilkan oleokimia dari kelapa sawit. Dengan luas lahan sebesar 27 ha, perusahaan di bidang consumer goods ini fokus pada produksi fatty acid, surfactant, glycerin dan dove noodles yang 85% diekspor ke pabrik Unilever lainnya di luar negeri, terutama India dan negara-negara di Asia Tenggara. PT UOI saat ini memperkerjakan lebih dari 500 orang yang 80% berasal dari Pulau Sumatera.

Doc. Kunjungan KEK Sei MangkeiGambar 2. Site visit ke PT Unilever Oleochemical Indonesia di KEK Sei Mangkei

PT UOI yang mulai beroperasi secara komersial pada September 2015 menyatakan bahwa investasi senilai USD 1 miliar telah terpenuhi. Perusahaan kini sudah berjalan dengan kapasitas penuh dan hal ini didukung dengan air dan listrik yang sudah memadai di KEK Sei Mangkei. “Akan sangat baik apabila banyak industri bertumbuh di KEK Sei Mangkei” ungkap Endy Julisetiawan yang merupakan Senior Manufacturing Leader dari PT UOI. Ia mengungkapkan bahwa adanya industri komplementer akan mendukung aktivitas bisnis perusahaan tersebut.

Produktivitas dan aksesibilitas KEK Sei Mangkei juga akan didukung dengan adanya pengembangan Pelabuhan Multipurpose Kuala Tanjung oleh Pelindo I, dan dibangun oleh PT PMT. Selain itu, akan ada exit and entry point dari pelabuhan ini untuk langsung ke kota Medan. Jalur kereta api single track Bandar Tinggi – Kuala Tanjung sepanjang 46,5 km yang akan menghubungkan KEK Sei Mangkei diharapkan selesai pada akhir 2017 dan beroperasi penuh pada 2018. “Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen untuk membangun KEK Sei Mangkei” tegas Enoh Suharto kepada JETRO.

Doc. Kunjungan KEK Sei Mangkei..

Gambar 3. Kunjungan ke Pelabuhan Multipurpose Kuala Tanjung yang dalam tahap 1 pembangunan

Dengan misi untuk mempromosikan investasi kepada calon investor Jepang, diharapkan JETRO dapat memperoleh informasi menyeluruh dari para stakeholders KEK Sei Mangkei. “Investor Jepang memiliki minat investasi yang besar di bidang teknologi tinggi” ungkap Daiki Kasugahara, Presiden Direktur JETRO. Ia juga menyatakan minat investasi Jepang saat ini besar di bidang agrikultur dan pengolahan perikanan yang merupakan keahlian mereka. KEK Sei Mangkei dinilai memiliki lokasi yang sangat strategis dengan ASEAN Economic Community. Pertemuan dan kunjungan lapangan ini diharapkan dapat menjadi instrumen yang tepat bagi JETRO untuk pengumpulan data dan informasi untuk menyampaikan peluang bisnis kawasan ini kepada para investor Jepang.

Enoh Suharto juga menyatakan bahwa proses investasi akan didampingi oleh Administrator KEK Sei Mangkei sehingga investor memperoleh kemudahan dalam berinvestasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Help desk Sekretariat Dewan Nasional KEK juga akan siap membantu memfasilitasi proses ini selama masa transisi.

Dengan adanya kunjungan ke KEK Sei Mangkei, diharapkan minat investasi perusahaan Jepang yang sebelumnya hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, dapat dikembangkan ke Pulau Sumatera dan wilayah lain yang memiliki potensi sesuai wilayahnya. “Diharapkan KEK Sei Mangkei dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru sehingga ada keseimbangan kemakmuran antara satu pulau dengan pulau lainnya di Indonesia” ungkap Enoh Suharto menutup pertemuan ini (ARS)