Fasilitas dan Insentif

Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dilaksanakan melalui penyiapan kawasan dengan batas tertentu yang memiliki keunggulan geo-ekonomi dan geo-strategis. Di kawasan tersebut diberikan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk menampung kegiatan industri, ekspor,impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional. Dengan penyederhanaan proses bisnis, jaminan ketertiban dan keamanan, pemberian fasilitas, serta jaminan kepastian hukum

Fasilitas dan kemudahan yang diberikan di KEK tidak hanya mengutamakan fasilitas keringanan fiskal, tetapi juga mencakup fasilitas non-fiskal, seperti lalu lintas dan devisa ketenagakerjaan, pertanahan, perizinan, keimigrasian, penyederhanaan birokrasi, kemudahan melakukan usaha, kemudahan lain serta pelayanan yang efisien kepada pelaku usaha.

 

Skema Kawasan Ekonomi Khusus

Aspek Perpajakan

Kegiatan Utama (Tax Holiday):

  1. Pengurangan PPh  sebesar 20-100% selama10-25 tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp.1 triliun.
  2. Pengurangan PPh  sebesar 20-100% selama5-15 tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp. 500 milyar.

Kegiatan di luar Kegiatan Utama(Tax Allowance):

  1. Pengurangan penghasilan netto sebesar 30% selama 6 tahun;
  2. Penyusutan yang dipercepat;
  3. PPh atas deviden sebesar 10%
  4. Kompensasi kerugian 5-10 tahun.

(Menggunakan Skema Khusus PMK Nomor 104/PMK.010/2016).

Aspek Kepabeanan

  1. Pembebasan Bea MasuK
  2. Penangguhan Bea Masuk
  3. Pembebasan Cukai
  4. PDRI Tidak Dipungut
  5. Dari KEK ke Pasar Domestik: Tarif Bea Masuk Memakai Ketentuan Surat Keterangan Asal (SKA)

(Menggunakan Skema Khusus PMK Nomor  104/PMK.010/2016).

Aspek PPN & PPNBM

  1. Impor: tidak dipungut
  2. Pemasukan dari Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDDP) ke KEK tidak dipungut
  3. Pengeluaran dari KEK ke  TLDDP  tidak dipungut
  4. Transaksi antar pelaku di KEK: tidak dipungut
  5. Transaksi dengan pelaku di KEK lain: tidak dipungut

(Menggunakan Skema Khusus PMK Nomor 104/PMK.010/2016).

Aspek Keimigrasian

  1. Fasilitas Visa Kunjungan Saat Kedatangan selama 30 hari dan dapat diperpanjang 5 (lima) kali masing-masing 30 hari
  2. Visa kunjungan beberapa kali (multiple visa) yang berlaku 1 tahun
  3. Izin tinggal bagi orang asing yang memiliki properti di KEK
  4. Izin tinggal bagi orang asing lanjut usia yang tinggal di KEK Pariwisata

Aspek Ketenagakerjaan

  1. Di KEK dibentuk Dewan Pengupahan dan LKS Tripartit Khusus
  2. Hanya 1 Forum SP/SB di setiap perusahaan
  3. Pengesahan dan perpanjangan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di KEK
  4. Perpanjangan Ijin Menggunakan Tenaga kerja Asing (IMTA) di KEK

Aspek Pertanahan

  1. Untuk KEK yang diusulkan Badan Usaha Swasta diberikan HGB dan perpanjangannya diberikan langsung bersamaan dengan proses pemberian haknya.
  2. Administrator KEK dapat memberikan pelayanan pertanahan

Aspek Kepemilikan Properti Bagi Orang Asing

  1. Orang asing/badan usaha asing dapat memiliki hunian/properti di KEK (Rumah Tapak atau Satuan Rumah Susun).
  2. Pemilik hunian/properti diberikan izin tinggal dengan Badan Usaha Pengelola KEK sebagai penjamin
  3. Dapat diberikan pembebasan PPnBM dan PPn atas barang sangat mewah (luxury).

Aspek Kegiatan Utama KEK Pariwisata

  1. Dapat diberikan pengurangan Pajak Daerah & Retribusi Daerah (Pajak Pembangunan I) sebesar 50-100%
  2. Dapat diberikan pengurangan Pajak Daerah & Retribusi Daerah (Pajak Hiburan) sebesar 50-100%.

Aspek Perizinan

  1. Administrator berwenang menerbitkan izin prinsip dan izin usaha melalui pelayanan terpadu satu pintu di KEK
  2. Percepatan penerbitan izin selambat-lambatnya 3 jam (dalam hal persyaratan terpenuhi)
  3. Penerapan perizinan dan nonperizinan daftar pemenuhan persyaratan (check list)
  4. Proses dan penyelesaian perizinan dan non perizinan keimigrasian, ketenagakerjaan, dan pertanahan di Administrator KEK.