Daya Tarik Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Terus Meningkat Dengan Bertambahnya Jumlah Wisatawan

Jakarta,  Dalam pertemuan yang diadakan di Jakarta, PT Banten West Java (BWJ) memaparkan progress pembangunan KEK Tanjung Lesung yang merupakan KEK pariwisata yang pertama beroperasi. “Marina atau pelabuhan wisata akan menjadi landmark dari KEK Tanjung Lesung” ungkap Poernomo Siswoprasetijo, selaku Direktur Utama PT Banten West Java Tourism Development. Berbagai rencana pembangunan fasilitas pariwisata terus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan baik domestik maupun internasional. Oleh sebab itu, Sekretariat Dewan Nasional (DN) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mendorong proses administrasi cepat dilakukan untuk perolehan fasilitas Tax Holiday KEK Tanjung Lesung.

KEK dengan total luas wilayah sebesar 1.500 ha ini terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sisa lahan sebesar 70 ha akan dibebaskan pada akhir tahun 2017. Kantor Administrator dan Pengelola yang baru dan terletak di pintu gerbang kawasan akan selesai dibangun pada pertengahan 2018. KEK yang berada 160 km dari Ibukota Jakarta dapat ditempuh dengan jalan darat melalui tol Jakarta – Merak, kemudian dilanjutkan dengan Jalan Nasional dari Serang hingga gerbang KEK.

16107120_1245789745487727_4808469349315380422_o

Gambar 1. Pesona Pantai Tanjung Lesung

Akses menjadi faktor utama pengembangan destinasi sehingga telah dilakukan uji coba operasional airstrip sepanjang 1 km yang dilakukan oleh maskapai Susi Air dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2017. Dalam waktu dekat, sedang direncanakan penerbangan rutin dengan Susi Air melalui bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta di hari Sabtu dan Minggu. “Bandara sangat penting untuk mendatangkan wisatawan internasional, yang juga menjadi target pengembangan destinasi wisata ini. Hampir 75% wisatawan datang melalui penerbangan” ungkap Poernomo.

PLN akan membangun Gardu Induk di Tanjung Lesung, ditargetkan selesai 2018 dengan kapasitas 2 x 60 MW. Saat ini telah tersedia pasokan listrik sebesar 10 MW dan baru dimanfaatkan sebesar 1 MW. Untuk memenuhi target tersebut, PLN meminta PT BWJ sebagai Badan Usaha Pengelola untuk segera menyampaikan proyeksi kebutuhan listrik di dalam kawasan. Selain itu, perlu segera ditetapkan lokasi rencana Bandara Baru Banten Selatan di Panimbang / Sobang agar dapat dipastikan trase jaringan transmisi. Sedangkan untuk rel kereta api, konstruksi pembangunan akan dibentuk pada tahun 2018.

Dukungan infrastruktur dan fasilitas kawasan pendukung sangat penting bagi industri pariwisata, baik untuk menarik investor maupun wisatawan. Kompleks Ladda Bay Village dan Ladda Public Beach sedang dalam proses konstruksi dan akan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2017. Ladda Public Beach akan menjual hasil industri kreatif masyarakat seperti batik, tas dari pandan serta kerajinan dari tanah liat. “Kalau ada industri yang ingin dibangun di KEK Tanjung Lesung, harus terkait dengan industri pariwisata” ungkap Budi Santoso selaku Wakil Ketua III Tim Pelaksana DN KEK. Dengan ini, maka KEK Tanjung Lesung dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang merupakan tujuan dari pembentukan KEK.

Kompleks Kalicaa juga sedang berada dalam tahap pengembangan dan sebagian besar sudah terjual. Kompleks ini akan menjadi kawasan pemukiman penduduk yang akan mendukung pengembangan KEK Tanjung Lesung. Homestay Kampoeng Sawah yang menawarkan penginapan dengan pemandangan sawah terbaik di kawasan ini sedang berada dalam proses pematangan lahan dan ditargetkan beroperasi tahun 2018. Kampoeng Sawah akan memberikan pengalaman unik kepada wisatawan untuk memetik padi.  Sebagian dari KEK Tanjung Lesung juga merupakan Kawasan Strategis Provinsi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyiapkan penataan buffer zone atau zona penyangga KEK dengan berbagai fasilitas yang terbangun di dalamnya. Tahun 2017 akan dibangun Saung Apung, dermaga susur sungai, danau, promenade serta penataan kawasan pengembangan destinasi untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Setelah itu akan ada penyusunan desain kawasan, MCK dan proyek wisata, pipa komunal untuk 100 kepala keluarga, pengadaan bin sampah wisata, pengadaan kontainer di 5 (lima) desa serta pengadaan motor sampah di 5 (lima) desa.

KEK yang telah beroperasi sejak 2015 telah mengalami peningkatan kunjungan wisatawan, yaitu mencapai hampir 500.000 orang hingga tahun 2016. Kementerian dan lembaga terkait diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur KEK Tanjung Lesung yang menjadi prioritas untuk pengembangan KEK. Selain itu, infrastruktur yang memadai juga akan menarik investor untuk masuk di KEK Tanjung Lesung (ARS)