Blackspace Siap Investasi Di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan

Blackspace Siap Investasi di KEK MBTK

Jakarta, 24 Februari 2017 – Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus beserta jajarannya memenuhi undangan dari Blackspace, calon investor Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Malay Batuta Trans Kalimantan (MBTK) yang berasal dari Rusia di Jakarta. Undangan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Awang Faroek Ishak dengan Sekretaris Dewan Nasional KEK dan memperkenalkan beberapa calon investor beberapa waktu lalu.

 

Pada kesempatan ini Blackspace telah menjalani banyak proyek di Rusia dan menjadi satu-satunya perusahaan di dunia yang memiliki proyek pertambangan Batubara di Arktik. Di kantor yang sangat modern dan minimalis, Koriun Toros, Advisor Blackspace menjelaskan bahwa Blackspace merupakan sebuah perusahaan pengelolaan investasi yang membantu perusahaan lokal Indonesia melalui teknologi, solusi dan berbagai pengalaman terdahulu. “Kami ingin perusahaan di bawah Blackspace bekerja secara lebih efektif dan aktif” kata Koriun Toros.  

Proyek mereka di Indonesia saat ini berada di 3 lokasi, yaitu Kalimantan, Kabaena dan Nusa Tenggara Timur. Batu bara, nikel dan mangaan adalah bahan tambang yang menjadi target investasi Blackspace. “Less talk, more action adalah prinsip kami dalam menjalankan proyek ini”, kata Koriun Toros sembari menunjukkan video dan foto perkembangan pembangunan di ketiga daerah tersebut. Seluruh hasil produksi akan dieskpor melalui trader besar dunia.

Dalam menjalankan bisnisnya, Blackspace sangat independen dan tidak menggunakan strategi partnership, namun melakukan takeover perusahaan-perusahaan lokal di Indonesia yang memiliki Izin Usaha Pertambangan namun tidak memiliki modal yang cukup. Perusahaan lokal kemudian diberdayakan untuk menjadi kontraktor atau menduduki top management pelaku usaha. “Hal ini merupakan sebuah win-win solution bagi kedua belah pihak” ungkapnya. Namun ia juga mengungkapkan minimnya tenaga ahli yang menjadi kendala dalam pengerjaan proyek di wilayah Indonesia.

Perkembangkan investasi perusahaan juga dipaparkan dalam kunjungan tersebut. Perusahaan yang mulai masuk ke Indonesia 2 tahun lalu tersebut sudah memiliki nilai investasi lebih dari USD 250 juta. “Sangat berani dalam berinvestasi” tanggap Enoh Suharto Pranoto, Sekretaris Dewan Nasional KEK.  Koriun Toros juga menjelaskan salah satu kendala untuk berinvestasi di Indonesia, yaitu menyangkut ketidaksiapan tenaga kerja terampil di daerah Timur. “Iklim investasi di Indonesia sangat baik saat ini dan  meningkat dibandingkan dengan waktu lalu” ujarnya.

Koriun Toros juga menjelaskan bahwa Blackspace memiliki teknologi maju dan berbeda dibandingkan smelter yang ada di Indonesia. Secara keseluruhan, mereka menggunakan generator sebagai sumber listrik dalam tahapan awal pengerjaan proyek di seluruh wilayah, namun secara bertahap Blackspace akan membangun power plant kapasitas 40 MW pada 2019 karena bersifat cost effective.

Rencana jangka panjangnya adalah mendirikan 60 smelter di Indonesia. “Setelah pembangunan 60 smelter, Indonesia akan menjadi pasar nomor satu di dunia” ujarnya dengan optimis. Ia juga menekankan bahwa strategi mereka sangat non-konservatif dan berbeda dengan perusahaan-perusahaan lain.

Saat ini Blackspace sedang dalam proses membangun rel kereta api sepanjang 500 km di Kalimantan. Koriun Toros mengakui bahwa infrastruktur di Kalimantan Tengah masih sangat rendah. Blackspace juga siap mendukung pembangunan infrastruktur kereta api di KEK MBTK dimana kawasan ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada bulan Oktober 2017. Dengan pembangunan infrastruktur yang semakin baik, maka industri kelapa sawit dan pengolahan kayu yang menjadi kegiatan utama kawasan ini dapat beroperasi dengan maksimal.

Best practice investment Blackspace ditunjukkan dengan break-even point yang dicapai dalam kurun waktu 1,5 tahun. Perusahaan ini juga menerapkan corporate social responsibility terhadap masyarakat lokal di tiap wilayah proyek. Blackspace berencana akan terus mengembangkan bisnisnya di wilayah Indonesia. Maloy Batuta Trans Kalimantan merupakan kawasan yang sangat menarik dan telah menjadi salah satu rencana proyek mereka berikutnya (ARS)