|   Media  |  

Promosi KEK di Indonesia Infrastructure Week 2018

Rabu, 31 Oktober 2018 | 18:21
blog post

 

Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melakukan kegiatan promosi untuk menarik investor, baik dalam dan luar negeri, dengan berpartisipasi pada kegiatan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018 yang berlangsung di JI Expo Kemayoran, Jakarta, 31 Oktober-2 November 2018.

Acara tersebut dibuka oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet kerja dan Stekholder dibidang konstruksi. Yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Kamar Dagang dan Indsutrri (Kadin) Rosan Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastuktur Erwin Aksa dan Ketua LPJK Ruslan Rivai.

”Dewan Nasional KEK melakukan promosi dengan membuka booth di pameran infrastruktur ini. KEK dari seluruh Indonesia terlibat dan mempromosikan keunggulan masing-masing di booth ini,” kata Fhaza Novayara, Staf Humas Sekretariat Dewan Nasional KEK ketika ditemui di booth milik KEK, Rabu, 31 Oktober 2018.

Seperti diketahui, sampai dengan Januari 2018 pemerintah telah menetapkan 12 Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia. Empat diantaranya (Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Palu dan Mandalika) telah beroperasi. Sedangkan 8 KEK lainnya diharapkan dapat beroperasi dalam waktu yang tidak terlalu lama, yaitu 2018-2019.

Tarsus Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang media, pameran, dan konferensi berbasis business-to-business (B2B) menghadirkan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018, sebuah ajang pameran infrastruktur terbesar dan terlengkap di Indonesia.

“Kami melihat bahwa IIW 2018 yang dirancang tidak hanya sekedar pameran namun juga diramaikan dengan fitur-fitur acara lainnya dapat memberikan manfaat yang sangat luas bagi para pengunjung yang hadir,” kata Onel Anugrah, Marketing Communication Manager Tarsus Indonesia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia melanjutkan, percepatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah bukanlah hal yang asing lagi. Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa dengan ‘Jokowi’, pembangunan infrastruktur dari Sabang hingga Merauke sangat dikejar guna membangun konektivitas, menciptakan pemerataan ekonomi di seluruh tanah air, serta meningkatkan daya saing bangsa di kelas dunia.

Maka dari itu, Indonesia Infrastructure Week 2018 menjadi ajang yang tepat bagi para masyarakat serta pemain di ruang lingkup industri infrastruktur. IIW 2018 menghadirkan platform yang dihadiri oleh berbagai macam profesional dari banyak negara dalam satu tempat. Para pengunjung berkesempatan untuk membangun koneksi, peluang bisnis baru, serta mendapatkan pengetahuan baru akan dunia infrastruktur indonesia. Kemajemukan peserta IIW 2018 juga memberikan gambaran terhadap produk-produk serta teknologi baru yang mampu mendongkrak industri infrastruktur Indonesia.

IIW 2018 mengadopsi konsep show-within-a-show dengan membawa 6 pameran dagang vertikal dalam ruang lingkup sektor infrastruktur antara lain InfraEnergy Indonesia, InfraPorts Indonesia, InfraSecurity Indonesia, InfraRail Indonesia, InfraWater Indonesia, dan Special Economic & Industrial Zones (SEIZ).

Selain itu, IIW 2018 juga menghadirkan 8 konferensi gratis dan terbuka untuk umum dengan topik-topik antara lain Infrafinance Conference, Infraenergy Conference, Infraport Conference, Infrarail Conference, Infrawater Conference, Infrasecurity Conference, SEIZ Conference, dan Trenchless Tech Indonesia Conference. Mulai dari menteri hingga para profesional terkait akan membagikan insight, regulasi baru, hingga peluang infrastruktur Indonesia di masa yang akan datang.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya ketika membuka event ini mengatakan, Indonesia Infrastructure Week ini sangat penting bagi pemerintah yang saat ini sedang berfokus dalam pembangunan infrastuktur yang begitu masif. Karena dengan adanya event ini, Indonesia bisa melihat inovasi-iovasi di bidang konstruksi yang nantinya akan berguna bagi pemerintah.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri memandang penyelengaraan event ini adalah bukti komitmen nyata pemerintah dalam mewujudkan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta. Karena dalam hal ini tidak hanya Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja yang ikut berpartisipasi, melainkan perusahan konsturksi swasata juga ikut andil dalam event ini. (*)