|   Media  |  

Pengembangan KEK di Indonesia Jadi Contoh

Jumat, 19 Oktober 2018 | 09:54
blog post

Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kedatangan tamu istimewa. Yaitu delegasi dari Provinsi Western Cape Afrika Selatan. Delegasi yang terdiri dari belasan orang itu dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Kabinet Provinsi Western Cape, Ivan Meyer.

Mereka diterima oleh Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Ekonomi Wahyu Utomo, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto dan jajaran pejabat lainnya.

Pertemuan digelar di kantor Sekretariat Dewan Nasional KEK, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018. Dalam kunjungannya itu, Ivan Meyer menyatakan keinginannya belajar dari Indonesia dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus. Saat ini Western Cape memang sedang menyiapkan konsep pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. 

Western Cape terletak di ujung barat selatan benua Afrika dan merupakan salah satu dari 9 provinsi di Afrika Selatan. Provinsi ini juga merupakan rumah bagi kota tertua di Afrika Selatan, Cape Town. Keindahan alam Western Cape tersohor. Provinsi ini salah satu tempat wisata terbesar di dunia.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Ekonomi Wahyu Utomo menjelaskan, di Indonesia sudah ada 12 KEK yang tersebar dari barat hingga timur wilayah Indonesia didukung dengan penyelenggaraan infrastruktur, pemberian fasilitas dan insentif serta kemudahan berinvestasi.

Dua belas KEK itu adalah KEK Sei Mangkei, Tanjung Api Api, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Maloy Batuta Trans Kalimantan, Palu, Bitung, Morotai, Sorong, Arun Lhokseumawe dan Galang Batang.

"Ada KEK yang dikhususkan untuk industri dan ada KEK Pariwisata," kata Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto Pranoto. Sebagai contoh, KEK Sei Mangkei yang berlokasi di Provinsi Sumatera Utara memiliki bisnis utama berupa industri kelapa sawit dan karet dan difokuskan untuk menjadi pusat pengembangan industri kelapa sawit dan karet hilir berskala besar dan berkualitas internasional. 

Sedangkan KEK Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) didesain untuk dapat mengakselerasi sektor pariwisata di wilayah itu yang sangat potensial. KEK Mandalika menawarkan wisata bahari dengan pesona pantai dan bawah laut yang memukau. 

Di akhir pertemuan, Ivan Meyer menyatakan akan mengirim delegasi untuk mengunjungi KEK Pariwisata yang berhasil dikembangkan di Indonesia. 

Dewan Nasional KEK mengatakan siap berbagi pengalaman mengembangkan KEK dengan siapa saja, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Western Cape, Afrika Selatan. (*)