|   Media  |  

Indonesia Jajaki Kerjasama Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dengan KADIN Oman

Jumat, 10 November 2017 | 18:00
blog post

Jakarta – Perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Chamber of Trade and Industry) Oman berkunjung ke Kantor Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Menteng, Jakarta. Kunjungan yang perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Oman yang bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait dengan peluang investasi di Indonesia ini disambut dengan baik oleh perwakilan Dewan Nasional KEK.

Dibuka oleh Wahyu Utomo, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, perwakilan Indonesia menjelaskan mengenai kesempatan ber-investasi di Indonesia, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus. 

Sekretaris Dewan Nasional KEK menjelaskan 12 KEK yang telah terdapat di Indonesia, yaitu KEK Arun Lhokseumawe di Aceh, KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara, KEK Galang Batang di Kepulauan Riau, KEK Tanjung Api-api di Sumatera Selatan, KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kalimantan Timur, KEK Mandalika di NTB, KEK Bitung di Sulawesi Utara, KEK Palu di Sulawesi Tengah, KEK Morotai di Maluku Utara, dan KEK Sorong di Papua Barat dengan berbagai kegiatan utama di setiap KEKnya. 

Ketertarikan perwakilan KADIN Oman kepada KEK, khususnya di bidang pariwisata, disambut dengan baik oleh perwakilan dari KEK Tanjung Lesung dan KEK Tanjung Kelayang. PT Banten West Java (BWJ) yang merupakan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Tanjung Lesung, serta PT Belitung Pantai Intan (BPI) yang merupakan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Tanjung Kelayang mendapatkan kesempatan untuk dapat mempromosikan lebih rinci tentang KEK-nya, serta berbagai fasilitas dan kemudahan yang bisa didapat. Antusiasme perwakilan KADIN Oman terlihat pada saat penjelasan mengenai fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan, ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Perwakilan PT BWJ dan PT BPI membuka kesempatan yang sangat lebar untuk mengadakan pertemuan lanjutan dengan perwakilan KADIN Oman untuk mendiskusikan secara B2B. 

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), juga membahas terkait dorongan pemerintah terhadap infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus. Pemerintah telah berkomitmen untuk mendorong suksesnya Kawasan Ekonomi Khusus dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan KEK. Tidak melewatkan kesempatan ini, KPPIP juga membuka peluang kerjasama investasi di bidang Infrastruktur Prioritas kepada perwakilan KADIN Oman. Terdapat 22 infrastruktur prioritas yang ditawarkan, diantaranya Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung, Bandara Kertajati, Program Pembangkit Listrik 35000 MW, Jalan Tol Padang-Pekanbaru, dsb. 

Melalui pertemuan ini diharapkan dapat terjalin komunikasi dan terbangun awal kerjasama yang baik antara Negara Kesultanan Oman dan Indonesia, serta diharapkan pula adanya realisasi investasi dari pihak Negara Kesultanan Oman di Indonesia.