|   Media  |  

Baru! Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Resmi Ditetapkan

Kamis, 12 Oktober 2017 | 16:00
blog post
Master Plan KEK Galang Batang

 

Jakarta - Melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2017, KEK Galang Batang resmi ditetapkan dan telah diundangkan pada tanggal 12 Oktober 2017. Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dewan Nasional KEK yang diselenggarakan pada 30 Januari 2017 lalu. “Dewan Nasional akan memutuskan untuk merekomendasikan KEK Galang Batang ke Presiden apabila administrasi pengusulan telah dilengkapi” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK pada saat itu. KEK yang berlokasi di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau tersebut memiliki luas lahan sebesar 2.333,6 Ha. PT Bintan Alumina Indonesia sebagai Badan Usaha Pengusul juga akan menjadi Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK tersebut.

KEK Galang Batang akan terdiri atas 4 zona yaitu: Zona Pengolahan Ekspor, Zona Logistik, Zona Industri, dan Zona Energi. KEK ini akan dikembangkan sebagai kawasan basis industri pengolahan dan pemurnian bijih bauksit (refining) menjadi alumina, pengolahan alumina menjadi aluminium ingot (smelting), energi, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), logistik, pengembangan pelabuhan bongkar muat dan lainnya.

Sektor pertambangan dan penggalian telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Kabupaten Bintan. Dengan ditetapkannya KEK Galang Batang sebagai tempat pemusatan kegiatan industri dengan pengolahan produk dari hulu ke hilir, KEK ini diperkirakan akan menarik investasi senilai Rp 36,25 triliun selama 6 tahun ke depan. Selain itu, KEK Galang Batang juga diproyeksikan untuk menyerap tenaga kerja sebanyak 23.200 orang.

Adapaun keunggulan geokonomi KEK Galang Batang adalah berada pada lokasi strategis Kepulauan Riau yang dilintasi oleh Selat Malaka yang dilalui 94.000 kapal setiap tahunnya. KEK Galang Batang juga berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I yang melintasi Laut Cina Selatan. “Kawasan Batam, Bintan dan Karimun investasinya melambat sehingga perlu mencari formula baru yang lebih menarik. Penetapan KEK Galang Batang diharapkan dapat menjadi instrumen yang tepat” ungkap Gubernur Kepulauan Riau pada Sidang Dewan Nasional bulan Januari 2017 lalu. Dengan orientasi pasar internasional, KEK Galang Batang diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang tinggi pada sektor industri.

Keunggulan geostrategi wilayah Kepulauan Riau merupakan bagian dari kerjasama Segitiga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia – Malaysia – Singapura melalui Growth Triangle Singapura – Johor – Riau dan Kepulauan Riau. KEK Galang Batang akan berkembang bersamaan dengan pengembangan wiayah beberapa kawasan di Indonesia seperti Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan, Batam dan Karimun.

Dengan ditetapkannya KEK Galang Batang, maka Dewan Nasional KEK akan melakukan evaluasi setiap tahun terhadap pembangunan KEK Galang Batang. Pembangunan KEK akan dilakukan selama 3 (tiga) tahun sejak penetapannya untuk kemudian siap beroperasi.