|   Media  |  

Ketua Dewan Kawasan KEK Provinsi Kalimantan Timur Gandeng Investor Rusia Bangun KEK MBTK

Senin, 08 Mei 2017 | 02:47
blog post

Jakarta, 17 Januari 2017 – Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak selaku Ketua Dewan Kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Provinsi Kalimantan Timur mengunjungi kantor Sekretariat Dewan Nasional KEK di bilangan Menteng Raya. Tidak hadir seorang diri, Awang membawa calon investor dari Rusia yang serius akan mengembangkan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

 

Direktur Utama Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) anak perusahaan dari PT Black Space (swasta Rusia), Denis Muratov mengatakan bahwa Blackspace telah mengembangkan Kawasan Ekonomi Bebas di Russia yang berkonsep technopark sejak 3 tahun yang lalu, ujar Denis. Ia mengutarakan bahwa dengan skema KEK ia akan mengimpor lokomotif dan peralatannya ke MBTK. Sebagian besar lokomotif dan pelatan kereta api akan digunakan untuk pembangunan jalur kereta api batu bara Maloy (Kutai Timur) ke Taban (Kutai Kartanegara). Total nilai investasinya untuk membangun kereta api tersebut senilai US$50 Juta, diawali dengan impor lokomotif kereta api serta gerbongnya senilai US$3 juta. Pihaknya berharap KEK MBTK dapat memfasilitasinya dengan mekanisme Perizinan Terpadu Satu Pintu di Administrator KEK MBTK. Menurutnya, KEK MBTK dengan fasilitas KEK-nya merupakan konsep yang bagus dan efektif di lokasi yang strategis untuk menjalankan bisnis bagi investor. Koriun Toros, Advisor PT Black Space Resource Group mengatakan bahwa Pengiriman lokomotif kereta akan dilakukan langsung oleh Black Space dari Rusia. Karena itu kami serius ingin mempererat hubungan dengan Pemerintah Indonesia, tambah  Toros.

Awang juga melaporkan bahwa telah dilakukan Ground Breaking bersama dengan PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) dengan melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan rel kereta api batu bara dari Maloy ke Taban pada 1 Desember 2016 yang lalu. Rencananya pembangunan tahap I sepanjang 61 km akan diselesaikan pada 2020, kemudian ditambah tahap II 13,5 km dan 125 km, dan tahap terahir sepanjang 311 km, seluruhnya 510.5 km, dari KEK MBTK sampai ke Tabang.

Dalam kunjungannya, Awang juga memaparkan perkembangan KEK MBTK, khususnya pembebasan lahan seluas 512 Ha yang dalam proses sertifikasi BPN. Pihaknya akan mendorong Bupati Kutai Timur untuk segera menyelesaikan administrasi permohonan sertifikat tanah di Kantor Pertanahan (Kantah) Kutai Timur. Enoh Suharto Pranoto, Sekretaris Dewan Nasional KEK menambahkan bahwa terkait sertifikasi lahan MBTK, Kementerian ATR/BPN akan mendorong percepatan sertifikasi. Rencananya kunjungan lapangan oleh Kementerian ATR/BPN ke MBTK akan dilakukan pada bulan ini, ujar Enoh.

Direncanakan pada 27 Januari 2017 mendatang akan dilakukan Ground Breaking untuk pembangunan instalasi listrik kapasitas 2x100MW. Sedangkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 200 liter/detik dengan APBD Provinsi TA 2017 juga akan segera dimulai. “Dengan infrastruktur yang lengkap, KEK MBTK dapat berjalan dengan lancar’,ujar Awang. Ia juga memohon dukungan Pemerintah Pusat khususnya masalah perizinan dan ketentuan-ketentuan  yang berlaku di KEK yang dapat diberikan kepada investor dalam dan luar negeri. Selain Black Space juga ada beberapa perusahaan lain yang sedang melakukan studi investasi di Maloy, tambah Ichwansyah, Asisten II Gubernur Kaltim.

Untuk memberikan fasilitas dan kemudahan bagi investor KEK MBTK, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK beserta berbagai peraturan pelaksananya. Mendukung hal tersebut, Sekretariat Dewan Nasional telahmembentuk help desk guna membantu melayani calon investor untuk mendaftarkan izin investasinya di BKPM. Keunggulannya calon investor dapat menggunakan skema proses perizinan 3 (tiga) jam. Help Desk juga akan membantu menyelesaikan permasalahan terkait fasilitas dan kemudahan di KEK, jelas Budi Santoso, Wakil II Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK. (DSP)