|   Media  |  

China Top Decision Association (CTDAN) Gandeng BUMN Tiongkok Untuk Investasi di KEK Palu

Selasa, 25 April 2017 | 15:40
blog post

Jakarta, Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara CTDAN dengan Walikota Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si pada 26 November 2016, CTDAN melakukan pertemuan dengan Sekretariat Dewan Nasional (DN) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jakarta. Dengan pertemuan ini, CTDAN yang merupakan koordinator BUMN di Tiongkok berharap untuk mendapat gambaran mengenai langkah-langkah lanjutan yang diperlukan untuk dapat mewujudkan investasi di KEK Palu.KEK Palu memiliki luas lahan sebesar 1.500 ha dengan empat (4) bisnis utama, yaitu industri nikel dan besi, coklat, rumput laut serta rotan. Sekretaris DN KEK, Enoh Suharto Pranoto menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi investasi tersebut. Pada kesempatan tersebut CTDAN memaparkan rencana dan besaran investasi para pelaku usaha serta jenis industri yang akan dikembangkan di KEK Palu. Ketua CTDAN menyatakan bahwa dirinya sangat terkesan dengan KEK Palu dan mengkonfirmasi bahwa sudah ada koordinasi dengan BUMN di Tiongkok. “Posisi Kota Palu paling strategis di Indonesia dan saya akan mendorong badan usaha di Tiongkok untuk investasi di Kota Palu” ungkapnya.
Telah disiapkan pula daftar investor potensial yang tertarik untuk mengisi KEK Palu, yang terdiri atas empat (4) industri, yaitu peleburan baja, perakitan mobil, cold storage serta industri menengah. Salah satu industri menengah yaitu Huawei, sebuah perusahaan telekomunikasi terdepan di China juga tertarik untuk membuat usaha perakitan dan pembuatan telepon seluler untuk ekspor atau memenuhi kebutuhan domestik. Perusahaan yang memiliki 300 industri turunan ini diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebesar 300.000 orang. Tertarik dengan pengembangan Teluk Palu, Wanda Group juga sudah memiliki skema air bersih untuk Kota Palu serta telah membuat perencanaan untuk menjadikan Teluk Palu sebagai destinasi pariwisata dengan hotel dan café yang kekinian.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah perwakilan dari Sinoma Internasional Engineering, Capital Engineering & Research Corporation (CERI) serta China Gezhouba Group International Engineering (CGGC) yang memaparkan rencana bisnis mereka. Sinoma International Engineering yang dipegang oleh PT Cemindo Gemilang menyampaikan bahwa mereka akan membuat pabrik semen ramah lingkungan. Pabrik ini secara bersamaan akan mengelola sampah industri dan rumah tangga yang pada akhirnya akan dijadikan pembangkit listrik. Disampaikan pula minat mereka untuk mengelola bahan baku potensial yang ada di KEK Palu.CERI yang merupakan perusahaan BUMN China pertama di bidang metalurgi yang mulai ramah lingkungan juga memaparkan rencana bisnis mereka di sektor besi dan baja serta manufaktur. CERI juga telah melakukan kerjasama dengan PT Krakatau Steel di kawasan industri Cilegon. CGGC yang telah membangun dam terbesar di dunia, tepatnya di Sungai Yangtze fokus untuk pembangunan infrastruktur kawasan, seperti jembatan, pembangkit listrik dan pelebaran dermaga. Mereka juga punya minat investasi langsung untuk pembangunan PLTA, PLTU dan pengelolaan sampah.

Pemaparan rencana bisnis ketiga BUMN TIongkok tersebut mendapatkan respon positif dari Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Palu yang mewakili Walikota Palu selaku Pengusul KEK Palu. Ia menyatakan komitmennya untuk memberi dukungan agar calon investor dapat segera merealisasikan investasi di KEK dan Kota Palu. Prinsip CTDAN untuk menciptakan KEK Palu yang hijau dan berkelanjutan menjadi nilai tambah bagi pembangunan dan pengembangan kawasan tersebut.Wakil Ketua III Tim Pelaksana DN KEK, Budi Santoso, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan dukungannya kepada CTDAN untuk investasi di KEK Palu. “Saya gembira melihat antusiasme CTDAN untuk mendukung investasi di KEK Palu. Kami akan bantu fasilitasi tahapan prosesnya dengan pihak-pihak yang terkait” ungkapnya. PT Bangun Palu Sulteng yang merupakan Badan Usaha Pengelola KEK Palu juga turut hadir dan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi masalah pembebasan lahan.Tindak lanjut dari pertemuan ini adalah DN KEK akan memfasilitasi CTDAN dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat proses investasi CTDAN di KEK Palu. Kemudahan perizinan dan keuntungan fiskal telah menjadi daya tarik investasi di KEK. Selain itu, CTDAN juga berharap DN KEK dapat menjadi wadah informasi serta memediasi pertemuan dengan badan/lembaga terkait perihal rencana bisnis mereka. (ARS)