|   Media  |  

Beroperasi Tahun 2017 Multiplier Effects Infrastruktur KEK Mandalika Capai Rp 18 T

Senin, 25 April 2016 | 13:00
blog post


LOMBOK, 27 APRIL 2016 – Dampak investasi pemerintah untuk membangun infrastruktur dasar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, diperkirakan mencapai nilai hingga Rp 18 triliun. Pemerintah menargetkan penetapan KEK Mandalika beroperasi sebelum tahun 2017.
“Operasional KEK Mandalika ditargetkan sebelum 2017 dan multiplier effects infrastruktur kawasan bisa mencapai Rp 18 triliun,” ujar Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto dalam siaran persnya, di Lombok, Rabu (27/4/2016).
Ia menuturkan, seluruh pihak harus segera memperjelas mitigasi beberapa persoalan dan upaya masuknya investasi sebelum KEK Mandalika dinyatakan siap beroperasi. Artinya, upaya mendorong percepatan untuk kesiapan beroperasi KEK Mandalika mendesak dilakukan.
Selain itu, penyusunan SOP dalam berinvestasi di KEK Mandalika perlu diterbitkan dengan menjelaskan aturan fasilitas dan kemudahan di KEK yang akan diberikan kedepannya dan apa saja yang sudah berlaku saat ini. Juga akan dibentuk help desk untuk berinvestasi di KEK dari Sekretariat Dewan Nasional KEK dan Dewan Kawasan KEK.
“Termasuk pertemuan khusus dengan investor dan calon investor di KEK Mandalika. Sebab, hingga saat ini, beberapa investor sudah menyatakan keseriusannya untuk berinvestasi di KEK Mandalika. Diantaranya, Pullman, Clubmd, Royal Tulip, HardRock, SWRO, dan Intercontinental,” jelas dia.
Rencana Pembangunan
Lebih jauh, kata Enoh, terdapat beberapa fasilitas yang akan dibangun. Diantaranya, Marina, Halal Hub untuk menarik tourist Middle East dan akan dikembangkan suatu tempat yang nyaman untuk Moeslim Friendly, serta Ecotourism.
Sementara itu, progres pembangunan dalam kawasan meliputi dua poin. Pertama, dalam tahap pembangunan solarpowerplan hybrid (diatas lahan 50 ha bekerjasama dengan PT. Pertamina). Diharapkan outputnya akan dapat digunakan oleh PLN disekitar. Dan kedua, Sea Water Desalination untuk air bersih saat ini dalam tahap pemasangan pipa transmisi/distribusi.
“Intinya, kehadiran KEK Mandalika diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan daerah, meningkatkan perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di NTB dan sekitarnya.
Percepatan Perizinan
Senada dengan itu, Wakil Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Budi Santoso mengatakan, KEK Mandalika akan menerapkan waktu perizinan 3 jam untuk pembebasan lahan. Namun, karena hingga saat ini KEK Mandalika dan Administrator-nya belum beroperasi, maka proses perizinan 3 jam tersebut belum dapat diberlakukan di KEK Mandalika.
“Dalam hal ini, selama belum ada Administrator KEK, maka Sekretariat Dewan Nasional KEK dan Dewan Kawasan KEK akan mengarahkan dan mendampingi untuk pelayanan perizinannya. Intinya, selama masa transisi, pemda perlu menginventarisir kemudahan dan perizinan apa saja yang perlu ditangani oleh Investor. Sehingga proses selanjutnya akan difasilitasi dari Sekretariat Dewan Nasional KEK,” terang Budi.