|   Media  |  

Walikota Palu, Pastikan KEK Palu Beroperasi Tepat Waktu

Selasa, 29 Maret 2016 | 14:40
blog post


PALU, 29 MARET 2016 – Walikota Palu Hidayat menegaskan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu berjalan tepat waktu. Berbagai regulasi dan administrasi pendukung KEK Palu tengah dituntaskan secara optimal. Meski demikian, Pemerintah Kota Palu berharap penuh pada dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat perwujudan KEK Palu.
“Kami pastikan KEK Palu bisa beroperasi tepat waktu,” ujar Walikota Palu saat bertemu dengan Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, di ruang kerja Walikota Palu, di Palu, Selasa (29/03/2016).
Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai perangkat pendukung KEK Palu. Seperti pembangunan infrastruktur jalan di dalam kawasan, ketersediaan pasokan energi listrik dan air bersih. Selain itu, kata dia, pembentukan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) juga telah selesai dilakukan.
“Kami tinggal menetapkan saja personil BUPP itu. Sementara, Administrator telah selesai kami bentuk dan tetapkan. Jadi, kami siap untuk mengoperasikan KEK Palu sesuai target waktunya,” terang dia.
Dukungan Kemenperin
Senada dengan itu, Enoh mengatakan, hingga saat ini cukup banyak investor yang tertarik berinvestasi di KEK Palu. Karena itu, upaya percepatan penyediaan lahan dan seluruh aspek pendukungnya mutlak diperlukan segera.
Apalagi, kata Enoh, Kementerian Perindustrian siap mengucurkan bantuannya senilai Rp 75 miliar untuk membangun infrastruktur kawasan KEK Palu. Dengan demikian, Pemerintah Kota Palu harus segera menangkap peluang tersebut untuk mewujudkan KEK Palu secara optimal bagi peningkatan perekonomian Palu dan Sulawesi Tengah.
“Secara prinsip, Dewan Nasional KEK akan memberikan dukungan optimal bagi setiap KEK terkait administrasi, pendampingan, aturan hukum dan perundangan yang berlaku. Tujuannya, agar setiap KEK yang telah ditetapkan dapat memberi kontribusi optimal bagi perekonomian daerah setempat dan nasional secara umum,” tandas Enoh.
Target US$ 4,5 M
Sementara itu, Kepala Divisi Humas KP3EI Edib Muslim mendorong Pemerintah Kota Palu untuk menargetkan kemanfaatan dari KEK Palu sebesar US$ 4,5 miliar atas Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Palu pada tahun 2025. Pasalnya, kata dia, perwujudan KEK Palu memiliki lini bisnis utama yang besarannya mencapai miliaran dolar Amerika.
Angka itu, menurut Edib, diperoleh dari asumsi penetapan angka PDB per kapita tahun 2025 yang mencapai US$ 15.000. Sehingga jika dikumulatifkan kepada seluruh penduduk Palu yang hingga saat ini sekitar 300.000 orang, maka akan diperoleh PDRB Palu tahun 2025 senilai US$ 4,5 miliar.
“Kita harus berani menargetkan PDRB Palu dari KEK Palu harus mencapai minimal US$ 4,5 miliar pada tahun 2025. Itu merupakan angka minimal karena jumlah penduduk terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Artinya, percepatan pembangunan KEK Palu harus segera dilakukan dan selesai sesuai target,” papar Edib.
Ketersediaan Lahan
Terkait penyediaan lahan, Hidayat mengutarakan bahwa saat ini pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk melakukan pembenahan lahan-lahan Tanah Negara di dalam KEK Palu. Pasalnya, masih ada masyarakat yang mengklaim bahwa ada sebagian tanah di KEK Palu itu merupakan tanah warisan keluarganya. Padahal, lanjutnya, tanah tersebut adalah tanah negara yang kemudian diklaim sebagai tanah masyarakat.
Ia menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk memastikan tanah negara di wilayah tersebut. Sehingga pemanfaatan lahan KEK Palu bisa optimal bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
“Artinya, kami tidak akan memberi ruang gerak bagi spekulan tanah di dalam KEK Palu,” tegas Hidayat.
Terkait kebutuhan lahan bagi investor, tambah Hidayat, pihaknya segera menyediakan lahan hanya kepada investor yang serius berinvestasi ke KEK Palu. Dan sebagai tahap awal, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare (ha) untuk investor yang segera masuk ke dalam kawasan.
“Sebagai tahap awal juga, kami akan mengoptimalkan bantuan Kemenperin yang akan mengucurkan dana Rp 75 miliar itu bagi pembangunan infrastruktur dalam kawasan KEK Palu. Karena bantuan itu sangat berarti bagi pembangunan Palu secara umum dan KEK Palu secara khusus,” ungkap Hidayat.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan optimistis mampu mempercepat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Upaya tersebut diwujudkan dengan melibatkan peran swasta untuk aktif mendukung percepatan KEK Palu.
“Bahkan saya sangat optimistis bahwa tahun 2017, Presiden Jokowi akan hadir di Sulteng untuk meresmikan KEK Palu,” ujar Gubernur Sulteng Longki Djanggola.
Ia mengatakan, bentuk optimistis tersebut dilaksanakan dengan memberikan dukungan penuh kepada Dewan Kawasan KEK Sulteng untuk menjalankan tugasnya secara optimal. Diantaranya, mengalokasikan anggaran daerah selama 2 tahun untuk membangun beberapa gedung dan jalan serta infrastruktur dalam kawasan KEK Palu.
Meski pembiayaan untuk pembebasan lahan sekitar 77 hektare (ha), lanjut Longki, berasal dari Pemerintah Kota Palu namun pihaknya secara aktif memberikan dukungan serius. Intinya, kata Longki, pihaknya memberikan dukungan penuh berupa kebijakan yang mempercepat pelaksanaan KEK Palu.
“Itu artinya, kami serius untuk mendukung KEK Palu. Karena kami melihat betapa pentingnya KEK Palu itu untuk pengembangan Sulteng kedepan,” jelas dia.