|   Media  |  

Wapres JK Kunjungi KEK Mandalika

Senin, 14 Desember 2015 | 12:35
blog post

TEMPO.CO, MATARAM -Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK)  Mandalika yang luasnya 1.035 hektar di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kawasan yang luasnya tiga kali kawasan wisata Nusa Dua Bali tersebut kelak mampu menampung 20 hotel berbintang lima.
KEK Mandalika ini adalah satu diantara delapan KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. Tiga diantaranya adalah KEK pariwisata : Mandalika, Tanjung Lesung dan Morotai. ITDC adalah induk perusahaan BUMN yang membawahi perusahaan yang akan mengelola kawasan tersebut. Selama ini, sudah ada Bali Tourism Development Corporation (BTDC) di Nusa Dua Bali.
Pada saat yang sama, dimulainya pembangunan hotel Pullman dan Club Med milik PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Lokasinya di KEK Mandalika.
Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer menjelaskan kepada wartawan rencana tersebut, Jum’at 11 Desember 2015 sore di Mataram. ‘’Pullman ini investasi ITDC sendiri, hotel berbintang lima,’’ kata Abdulbar bersama Direktur Pengembangan Edwin Darma Setiawan. Investasinya Rp 400 miliar yang pendanaannya 30 persen dilakukan sendiri oleh ITDC. Break event point (titik impas) diperkirakan selama delapan tahun.
Tiga hotel lainnya yang akan dilaunching untuk mempercepat pembangunan Mandalika adalah milik investor asal Korea yang belum memperoleh operator pengelolanya dan Club Med – hotel exclusive asal Perancis senilai Rp 1 triliun yang memiliki jaringan 60 cabang di dunia. Satunya lagi, akan dibangun oleh Diva Samudra Biru dari Amerika Serikat yang memiliki konsep intercontinental dan convention center. ‘’Konsep Mandalika kan juga untuk memenuhi kebutuhan MICE,’’ ujar Abdulbar. Convention Center ini mampu menampung 2.000 orang.
Keempat hotel tersebut membangun 1.000 kamar yang nantinya bisa menyerap 1.500 orang sebagai tenaga kerjanya. Mereka akan dididik melalui Sekolah Tinggi Pariwisata – Politeknik Pariwisata yang lahannya seluas 15 hektar disediakan ITDC. Siswanya dari masyarakat sekitar direkrut mulai tahun akademik 2016 menggunakan pembiayaan Program Kemitraan Bina Lingkungan ITDC. ‘’Kalau dalam dua tahun bangunan hotel selesai, tenaga kerjanya sudah siap,’’ ucap Abdulbar.
Di sana, disiapkan unit pengolahan air laut menjadi air bersih. ITDC bermitra dengan EBD Bauer Amerika Serikat melalui Mandalika Eco Water membangun treatment plant yang selama ini mengolah air laut di Timur Tengah antara lain di Dahram, Ryadh, Bahrain, Turki dan yang terdekat dari Indonesia adalah di Filipina. ‘’Mesinnya senilai US $ 2 juta sudah datang. Cukup untuk 10 hotel bintang lima,’’ katanya. Kapasitasnya 3.000 meter kubik (m3) per detik. Biasanya satu hotel memerlukan 300 m3.
Sedangkan guna memenuhi kebutuhan listrik, Mandalika akan dilengkapi listrik tenaga surya (solar cell panel) yang menggunakan payung untuk mengkoleksi tenaga matahari yang penyimpanannya siang hari menggunakan tenaga listrik dan malam harinya menggunakan LNG. ‘’Kami bekerja sama dengan Pertamina Energy Baru Terbarukan, ’’ ujarnya.
Di Mandalika Resort, ITDC akan membagi beberapa zona sesuai kearifan lokal dan predikat sebagai destinasi wisata halal. Master plan yang disiapkan mulai dari hotel dan MICE, zona Water Boom dan hiburan anak dan zona lapagan Golf. ‘’Juga ada zona Halal di belahan utara kawasan ini,’’ ucapnya.
Sumber: http://bisnis.tempo.co/